NPM TV, Manado– Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini dimaknai sebagai momentum pembaruan diri, harapan, serta penguatan nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial. Hal itu disampaikan dalam suasana kebersamaan yang hangat di kawasan street food Lippo Plaza Kairagi Manado, Senin 16 februari 2026.
Rohaniawan Tionghoa, Suhu Ferry Loho, menjelaskan bahwa Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga momen refleksi spiritual dan moral bagi setiap insan.
Menurutnya, Imlek mengajarkan pentingnya membersihkan hati dari hal-hal negatif, memperbaiki hubungan antar sesama, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalani kehidupan.
“Imlek mengandung makna pembaruan diri. Kita diajak meninggalkan hal buruk di tahun lalu dan membuka lembaran baru dengan harapan, kebajikan, dan rasa syukur,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai kebersamaan dan saling berbagi menjadi inti perayaan, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas.
Sementara itu, host NPM Podcast, Arther Loupatty, yang turut hadir dan memandu dialog santai bersama pengunjung, menilai perayaan Imlek di ruang publik seperti kawasan kuliner memberi warna tersendiri bagi keberagaman di Kota Manado.
Menurut Arther, perayaan yang terbuka dan meriah mencerminkan semangat toleransi serta harmonisasi budaya yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Utara.
“Imlek bukan hanya milik satu komunitas, tetapi sudah menjadi bagian dari warna kebudayaan yang memperkaya kehidupan bersama. Ini tentang harapan, kebersamaan, dan saling menghargai,” katanya.
Suasana perayaan di kawasan street food tampak semarak dengan lampion merah, dekorasi khas Imlek, serta antusiasme masyarakat yang menikmati kebersamaan dalam nuansa budaya Tionghoa yang kental.
Momentum ini diharapkan semakin mempererat persaudaraan lintas budaya serta menumbuhkan optimisme dalam menyongsong tahun yang baru dengan semangat damai dan penuh harapan.
Kameraman : TEVRI Reporter : Iwan










