Kadis Kominfo Sulawesi Utara Evans Steven Liow Ingatkan Hendra Jacob-James Tuuk Silakan Kritik Tetapi Santun Dong!

oleh -2944 Dilihat

NPM TV, Manado – Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Utara, Evans Steven Liow S.Sos MM meminta Hendra Jacob dan James Tuuk agar lebih santun dalam memberikan pendapat di media sosial maupun pers terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara termasuk soal visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur.

 

banner 336x280

Ia menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Hendra Jacob dan James Tuuk yang kerap menyerang kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara baik melalui media sosial maupun dalam keterangnya kepada pers.

 

Hendra Jacob sudah dipecat dari kepolisian dan terakhir adalah anggota Timsus Polda Sulawesi Utara dengan pangkat Brigadir. Sedangkan James Tuuk adalah anggota DPRD Sulawesi Utara yang tidak terpilih lagi. Keduanya kerap menyerang Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Utara, Evans Steven Liow S.Sos MM.

 

Liow mengatakan, seharusnya kedua orang tersebut tahu dan mengerti tugas dan fungsi Kepala Dinas Kominfo.”Keduanya harus belajar dan cari tahu banyak tentang tugas Kominfo itu seperti apa. Jangan asal ngomong saja,” tuturnya.

 

Koperasi Pertambangan Menyinggung soal Koperasi Pertambangan, dia menjelaskan, Koperasi Pertambangan merupakan solusi dalam mengelola wilayah pertambangan rakyat.

 

“Ini adalah kebijakan Pemerintah Sulawesi Utara dan bahkan dalam Visi Dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur telah dituangkan dalam kebijakan daerah. Karena itu saya perlu menyampaikan ini secara terbuka kepada masyarakat se-Sulawesi utara,” katanya.

 

Ke depan Lanjut Liow, dengan adanya Pergub pihaknya akan terus menjaga tata kelola komunikasi publik Provinsi Sulawesi Utara dengan baik sesuai aturan apalagi Undang-Undang Pers yang berlaku mengatur etika berpendapat di media agar jangan liar apalagi menyerang pribadi secara tendensius maupun menjadikan sebagai pembunuhan karakter bahkan pejabat yang berkarir dihina seperti orang yang tidak patut dihormati.

 

“Saya ingat sendainya James Tuuk dan Hendra Jacob orang terbersih dan paling tahu bahkan bisa disebut orang benar maka silahkan menghakimi saya seperti itu. Tetapi ingat apabila ini di balik bahwa Anda berdua adalah saya maka yang terjadi adalah sebaliknya. Pertanyaannya patutkah seperti itu,” dia melanjutkan.

 

Liow mengemukakan, dirinya tahu posisi sebagai juru bicara Gubernur.”Saya mata dan telinga Gubernur dan saat ini saya juru bicara Gubernur. Tetapi saya tidak mengunakan itu dengan kesewenang-wenangan. Saya tahu persis posisi itu. Kalau ada yang kritik pemerintah dan bahkan mendeskreditkan pemerintah termasuk pejabat. Saya tidak langsung klarifikasi apalagi menekan wartawan untuk hapus berita atau meminta agar itu tidak diberitakan secara lebih luas mengapa? Karena kita menjaga keseimbangan dan obyektifitas berita. Semua itu akan uji dulu agar kita tidak melanggar aturan keterbukaan informasi publik maupun kemerdekaan Pers,” tuturnya.

 

Pengakuan Kementerian Dalam Negeri  Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dimonitor dan evaluasi serta ada penilaian melalui Indeks Kemerdekaan Pers serta Indeks Demokrasi. Asal tahu saja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendapat pengakuan dari Kementerian Dalam Negeri. Bahkan, Gubernur Sulawesi Utara sering mendapat penghargaan Liberty Kemerdekaan Demokrasi dan Pers.

 

“Dia menekankan bahwa semua ini membuktikan bahwa kita teruji sebagai pemerintahan yang prodemokrasi, setara dan berkeadilan. Ini harus kita jaga. Ini budaya politik kita. Kita juga harus menghormati hak asasi manusia amat terlebih dalam berpendapat.

 

“Saya buktikan kepada dua gubernur yakni Pak Sarundajang mendapat Pena Emas dari PWI. Begitu juga dengan Pak Olly Dondokambey termasuk Pak Ramoy Luntungan yang pernah didaulat sebagai salah satu Bupati Terbaik saat itu se-Indonesia karena beliau menempatkan pers serta kebijakan aspiratif terhadap tuntutan rakyat,” dia menegaskan.

 

Karena itu, Liow mengingatkan James Tuuk dan Hendra Jacob agar jangan berlebihan menilai seseorang.”Ingat Saya bangun karir dari bawah dan saya memiliki keluarga besar. Kami di lingkungan baik gereja maupun di masyarakat cukup mendapat tempat. Bantu saya menjaga kehormatan ini. Kami dirancang bukan menjadi penjahat apalagi pengkhianat kepada atasan kami. Kami diajar tentang loyalitas dan dedikasi sebagai pejabat yang profesional. Ingat jangan Anda berdua menjadikan situasi ini merusak citra saya,” ia mengingatkan.

 

Terlalu Berlebihan Pendapat lain dilontarkan Tedjo Diamare. Ia menyatakan, masalah ini sunguh memalukan. Kritik kepada Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Utara terlalu berlebihan dan seolah-olah menjelekkan kepada yang bersangkutan.

 

“Saya melihat ini agar menjadikan Evans Steven Liow Steven sebagai musuh bersama. Saya kenal beliau. Dia sering diam tetapi bukan berarti dia tidak tahu apa apa. Dia telah mendirikan Pelayan Siswa Kristen Sulawesi Utara dengan banyak anak yang ikut dibina. Juga di remaja sinode GMIM, beliau yang merancang Pemilihan Siswa Kristen berprestasi di Pelsis dan Remaja Teladan di GMIM,” dia mengungkapkan.

 

Hal senada diungkapkan Ventje Pinontoan. Menurut dia, Evans Steven Liow Steven merupakan salah satu pendiri Panji Yosua GMIN. Bahkan pernah Panglima Panji Yosua Kota manado. Dia ikut mendirikan Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme dan diadopsi badan intelijen yang pada akhirnya dibawa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

 

Ventje Rumambi menimpali. Katanya, Evans Steven Liow Steven termasuk kader Terbaik Birokrat Sulawesi Utara pada pilot projeck e-KTP saat dia menjadi Kepala Dinas Catatan Sipil Kota Manado dengan perkawian massal terbesar dalam sejarah di Sulawesi Utara yang Ketika itu dikuti empat agama besar yakni Kristen, Islam, Katolik dan Hindu dengan jumlah pasangan mencapai 1.788 pasangan di Manado Convention Center pada saat itu. ( Tevri)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.